Start sekitar pukul 10.30, mobil langsung kami arahkan ke tol Jagorawi. Secara mengejutkan, walaupun mobil ini memiliki tenaga yang cukup buas (250 kw/430 Nm) respon pedal gasnya tidak langsung ngejambak. Sehingga, bisa dibilang ia masih bisa dibawa kalem. Beda cerita ketika pedal gasnya kita perlakukan secara agresif, maka responnya akan se-‘brutal’ itu. Regenerative braking yang diusung juga dapat memberhentikan mobil dengan halus.
Anehnya disini suara hingar bingar jalanan lebih terdengar dibandingkan suara angin dari roda. Mungkin karena penggunaan frameless door? Beralih ke visibilitas, visibilitas ke belakang agak kurang karena kaca belakang yang melandai. Sayangnya lagi, mobil ini juga belum dilengkapi dengan digital rear view-mirror. Mengenai bantingan suspensinya, mobil ini cukup empuk dan tidak terlalu limbung. Gejala limbung mulai terasa ketika mobil ditekuk ekstrim saat kecepatan tinggi.
Beralih ke Interior, kabinnya cukup nyaman dan lega layaknya MPV. Fasilitas penunjang kenyamanannya cukup banyak seperti memory seat, legrest di jok depan, dan pijakan kaki di jok belakang. Sebagai catatan, pijakan kaki di jok belakang baru bisa optimal digunakan ketika jok depan dimajukan habis. Itupun tidak cocok untuk anda yang tingginya diatas 170 cm. Sementara di belakang kursi pengemudi, tersedia meja lipat dan kantung penyimpanan dibawahnya. Kayaknya lebih baik keduanya dipasang begini deh.
First Impression GAC Aion Y+ Indonesia : Lega Banget!! Review dari Media Autonetmagz selengkapnya
Produsen mobil listrik ternama asal China, GAC Aion New Energy Automobile Co Ltd, resmi menjalin kerja sama bisnis di pasar Tanah Air bersama PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. selengkapnya
Aion V sudah bisa dipesan Pre-Book harga under 499 Juta selengkapnya